Cara Kerja Alternator Mobil, Pengertian, Komponen dan Fungsinya

Advertisement

Dunia otomotif memang sangat menarik dan tidak ada habisnya untuk dibahas. Bahkan di sebuah unit jenis kendaraan pun memiliki banyak sekali komponen dengan fungsi yang berbeda-beda.

Salah satu komponen penting pada mobil adalah alternator. Kali ini akan mengulas mengenai pengertian dari alternator, cara kerja alternator, komponen di dalamnya, serta fungsinya.

Apa Itu Alternator?

Cara Kerja Alternator Mobil
Alternator Mobil

Sebelum membahas mengenai cara kerja alternator pada mobil maka terlebih dahulu mengetahui pengertian alternator. Pada dasarnya alternator sering disebut sebagai dinamo ampere atau dinamo jalan.

Pengertian Alternator sebenarnya sederhana, Alternator merupakan sebuah komponen yang menghasilkan daya atau arus listrik pada semua kendaraan bermotor termasuk mobil.

Prinsip kerja pada alternator menggunakan prinsip elektromagnetik, dengan cara mengubah energi mekanik menjadi energi listrik dengan tujuan untuk menghidupkan sistem kelistrikan pada mobil.

Energi listrik yang dihasilkan alternator berfungsi untuk memenuhi semua kebutuhan kelistrikan pada saat putaran idle. Alternator akan menyuplai daya listrik ke semua bagian mobil selama mesin dinyalakan. Contohnya mengisi ulang aki mobil, menghidupkan lampu dan aksesoris di dalam kendaraan.

Baca Juga : 7 Rekomendasi Alat Charger Aki Mobil Terbaik

Cara Kerja Alternator Pada Mobil

Singkatnya cara kerja alternator adalah menghasilkan arus listrik yang bersumber dari stator coil kemudian arus listrik tersebut diatur oleh regulator agar tegangan listrik tersebut tidak berlebihan. Sehingga komponen yang mendapat arus listrik dari alternator dapat berfungsi normal dan tetap awet.

Diagram Cara Kerja Alternator
Diagram cara kerja alternator

Berikut penjelasan lengkap cara kerja alternator mobil yang perlu anda ketahui.

  • Rotor coil atau field coil mendapat arus listrik dari aki, yang mana arus listrik tersebut menciptakan medan magnet di rotor coil.
  • Apabila alternator diputar menggunakan mesin, medan magnet pada rotor coil akan memangkas gulungan konduktor di stator coil. Hal ini menyebabkan stator coil akan terus muncul aliran arus listrik.
  • Arus bolak-balik (AC) yang dihasilkan dari stator coil kemudian disatu arahkan oleh dioda, yang akhirnya menjadi arus searah (DC).
  • Arus listrik ini terus mengalir ke bagian IC regulator sehingga tegangan pun tetap stabil pada sekitar 14,2 volt. Tegangan ini dapat digunakan untuk mengisi listrik pada aki mobil.
  • Selanjutnya, proses stabilisasi tegangan listrik memanfaatkan dioda zener dan dilakukan oleh IC regulator untuk memutus dan menghubungkan tegangan pada IC regulator tersebut.
  • Arus listrik pada field coil akan terputus saat dioda zener dalam kondisi ON. Akibatnya tidak terdapat medan magnet sehingga arus listrik yang dihasilkan oleh stator pun akan terhenti.
  • Jika arus listrik pada stator coil berhenti maka dapat membuat tegangan ke dioda zener terus berkurang. Hal ini menyebabkan dioda zener akhirnya dalam posisi OFF. Selain itu, ini bisa membuat arus listrik pada field coil mengalir kembali sehingga terjadi medan magnet yang membuat adanya arus listrik lagi di stator coil.
  • Begitu seterusnya cara kerja alternator berulang-ulang untuk mengatur tegangan listrik.
Baca Juga : Simak 5 Cara Jumper Aki Mobil Dengan Kabel Mudah dan Aman

Komponen Pada Alternator

Komponen alternator mobil lengkap

Alternator memiliki beberapa komponen di dalamnya yang memiliki peran sangat penting. Berikut ini merupakan penjelasan beberapa komponen alternator dan fungsinya yang perlu diketahui.

1. Rotor

Pada alternator terdapat sebuah komponen yang disebut dengan rotor. Pada dasarnya rotor adalah komponen yang cara kerjanya berputar pada stator dan berfungsi menghasilkan medan magnet.

Pada sistem pengisian mobil atau alternator, rotor yang dibuat dari kumparan hanya bisa menghasilkan medan magnet dengan cara dialiri arus listrik, arus listrik tersebut berasal dari aki mobil.

Hal ini berbeda dengan sistem pengisian pada sepeda motor, dimana medan magnet sudah dihasilkan dari rotor tipe permanen magnet.

2. Stator

Komponen selanjutnya pada alternator yaitu stator. Stator adalah sebuah kumparan tembaga yang tersusun sedemikian rupa dan berperan sebagai tempat di mana rotor berputar. Selain itu, stator berfungsi untuk menghasilkan aliran arus listrik bolak-balik.

3. Rectifier

Rectifier atau penyearah berfungsi untuk mengubah arus, dari arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC) selama proses pengisian bekerja.

Dioda rectifier merupakan sebuah komponen yang bersifat semikonduktor dan sekaligus berfungsi untuk mengalirkan arus listrik searah meskipun di tegangan kecil. Meskipun demikian harus tetap menahan aliran arus dari arah berlawanan.

4. Regulator

Regulator atau pengatur merupakan komponen pada alternator yang berfungsi mengontrol jumlah daya atau tegangan yang disalurkan dari alternator ke aki pada proses pengisian.

Apabila listrik yang dihasilkan pada stator kurang, maka fungsi regulator yaitu menambah listrik pada rotor. Sementara apabila listrik yang dihasilkan berlebihan maka regulator berfungsi mengurangi jumlah arus listrik yang masuk pada rotor.

Dengan demikian maka arus listrik dan tegangan yang dihasilkan akan konstan dan stabil.

Pada saat sistem pengisian bekerja, tegangan maksimal adalah 14.80 Volt, Jadi apabila tegangan lebih dari itu akan menyebabkan overcharge atau kelebihan aliran arus listrik, hal itu dapat merusak komponen kelistrikan mobil, contohnya lampu sering putus dan aki cepat soak

5. Pulley

Pulley merupakan komponen pada alternator berfungsi sebagai penghubung antara poros rotor dan sistem sabuk penggerak atau V-belt.

Putaran yang dibuat oleh mesin diteruskan melalui sabuk penggerak atau V-belt sehingga memutar pulley untuk memulai sistem pengisian.

6. Bearing

Bearing berfungsi sebagai bantalan yang di rancang untuk mendukung rotasi atau putaran poros rotor.

Terdapat dua buah bearing pada alternator, Pertama drive end bearing yang terletak pada bagian frame depan dan slip ring end bearing yang terletak di bagian frame belakang.

7. Collector Ring End Shield

Collector ring end shield atau pelindung ujung kolektor berfungsi sebagai penutup untuk melindungi semua komponen yang ada di dalam alternator.

Pada collector ring end shield terdapat dudukan atau tempat untuk memasang rectifier.

8. Drive End Shield

Drive end shield atau pelindung ujung penggerak fungsinya sama seperti collector ring end shield yaitu sebagai penutup semua bagian yang ada didalam alternator.

9. Protective Cap

Komponen alternator yang terakhir yaitu protective cap atau topi pelindung. Sesuai dengan namanya, protective cap berfungsi sebagai pelindung. Lebih khususnya melindungi komponen rectifier dan regulator.

Baca Juga : Ciri-Ciri, Penyebab, Cara Memperbaiki, dan Biaya Service Alternator Mobil

Penyebab Alternator Pada Mobil Tidak Mengisi

Penyebab alternator tidak mengisi
Cara cek alternator tidak mengisi menggunakan alat multimeter

Alternator dapat mengalami kerusakan karena faktor kurangnya perawatan atau kerusakan komponen kecil di dalamnya. Untuk lebih jelasnya, berikut ini merupakan beberapa penyebab alternator mobil tidak mengisi.

·  Belt Alternator Melintir

Biasanya ketika alternator mengalami kerusakan akan terdengar suara decitan. Suara tersebut biasanya bersumber dari ruang mesin yang ada pada kap mobil.

Jika terdengar semakin jelas, kemungkinan penyebabnya posisi pulley yang tidak sejajar. Bisa juga disebabkan karena belt alternator yang melintir. Apabila hal ini terjadi, maka cobalah periksa kondisi alternator pada mesin.

·  Sambungan Aki Dan Kabel Alternator Bermasalah

Cara kerja alternator tidak optimal bisa jadi karena masalah pada sambungan kabel alternator dan aki. Umumnya hal ini terjadi karena komponen tersebut yang sudah lama umur pemakaiannya.

Sambungan kabel dinamo starter dan aki memiliki peran yang sangat penting untuk menyalurkan tenaga listrik.

·  Komponen Dioda Rectifier yang Terputus

Aliran arus listrik yang dihasilkan oleh alternator tentunya tidak terlepas dari peran komponen pendukung seperti dioda rectifier.

Komponen ini berperan menghubungkan dan memutuskan tegangan IC regulator. Jika komponen ini terputus maka arus listrik pun tidak dapat mengalir. Akhirnya ini menyebabkan alternator pun tidak berfungsi.

·  Belt Alternator yang Kendor

Alternator tidak dapat mengisi salah satunya karena belt yang tidak kencang. Hal ini juga dapat menyebabkan suara decitan. Belt yang kendor dapat terjadi karena kurang perawatan rutin atau seringnya pemakaian. Jika hal ini dibiarkan maka alternator tidak dapat bekerja menjalankan fungsinya.

Kesimpulan

Itulah beberapa penjelasan mengenai cara kerja alternator dan berbagai informasi seputar alternator, mulai dari pengertian, mengenal nama komponen dan fungsi alternator, serta mengetahui permasalahan yang sering terjadi pada alternator.

Masih ada berbagai komponen lainnya pada kendaraan yang tentunya memiliki fungsi dan peran tersendiri.